Dari Boneka Voodoo Sampai Hewan Awetan, Aneka Koleksi Eksotis di Museum Jerman

Hamburg - Harry's Harbor Bazaar di Jerman bisa dibilang berbeda dengan museum pada umumnya. Museum ini khusus menyimpan barang eksotis yang tidak biasa.

Dibangun oleh Harry Rosenberg di Hamburg pada tahun 1954, awalnya Harry's Harbor Bazaar hanyalah sebuah toko sederhana. Dilansir detikTravel dari situs resminya, Rabu (7/12/2016) museum tersebut pun sudah beberapa kali berpindah kepemilikan dan lokasi hingga akhirnya berdiri di Pelabuhan Hamburg.

Sejarahnya, aneka koleksi eksotis di Harry's Harbor Bazaar berasal dari Kapten Haase yang membuat museum semi bar di kawasan Red Light District Hamburg pada tahun 1880. Uniknya, pelaut yang datang tanpa uang malah memberi barang sebagai bentuk bayaran untuk minuman.

Setelah Kapten Haase meninggal, barang koleksinya pun dibeli oleh Harry yang saat itu tengah mencari hiasan untuk tokonya. Ternyata tak sedikit pengunjung toko Harry yang menyukai koleksi uniknya. Kemudian Harry pun terus menambah koleksinya dan mengubah tokonya jadi museum pada tahun 1954.

Patung eksotis dari Afrika (Harry's Harbor Bazaar)Patung eksotis dari Afrika (Harry's Harbor Bazaar)
Setelah Harry meninggal pada tahun 2000, kini museumnya pun tetap ramai dikunjungi. Koleksinya pun terdiri dari sekitar 350 ribu barang eksotis yang bersal dari berbagai penjuru dunia.

Koleksinya bervariasi dari boneka voodoo yang berasal dari Afrika, patung bugil, awetan hewan hingga kepala manusia yang telah dibonsai dari Amerika Selatan. Saking banyaknya koleksi, traveler tidak akan menemukan informasi perihal barangnya.

Apabila tengah liburan ke Hamburg dan penasaran ingin mampir, Harry's Harbor Bazaar buka setiap weekend. Harga tiketnya cukup 5 Euro atau sekitar Rp 71 ribu saja.

Hewan awetan (Harry's Harbor Bazaar)Hewan awetan (Harry's Harbor Bazaar)
(rdy/rdy)

0 Response to "Dari Boneka Voodoo Sampai Hewan Awetan, Aneka Koleksi Eksotis di Museum Jerman"

Posting Komentar